Wako Dikado Ayam Putih | Jumat, 09 Oktober 2009
Minta Pemko Percepat Bahas UMK 2010Ratusan karyawan dari sejumlah perusahaan di Kota Batam menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota (Wako) Batam, kemarin (8/10). Mereka menolak praktik outsourcing (buruh kontrak) yang diterapkan perusahaan industri. Di bawah bendera Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kota Batam, massa berkumpul di depan gerbang Pemko Batam dengan mengusung spanduk dan poster dengan tulisan bernada kecaman dan tuntutan. Pengunjuk rasa tak bisa masuk ke halaman Pemko karena dihadang puluhan polisi. Mereka hanya bisa berorasi di depan gerbang. ”Hidup buruh, hidup buruh. Lawan outsourcing,” teriak pengunjuk rasa.
Ketua Konsulat Cabang FSPMI, Nurhamli mengatakan, mereka membawa beberapa tuntutan. Antara lain, menolak praktik outsourcing, menuntut upah layak, revisi UU No.13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan. ”Kita juga pertanyakan kenapa UMK belum juga dibahas-bahas. Padahal, di daerah lain sudah diputuskan. Kita berunding saja belum. Ada apa ini?” katanya heran. Aksi protes praktik buruh kontrak ini, kata Nurhamli, sudah tiga kali dilakukan. Pertama, 14 Agustus 2008, kedua 1 Mei 2009, dan kemarin aksi ketiga. Sayangnya, belum ada respon sama sekali dari pemerintah. Tak hanya pemerintah, mereka juga menilai DPRD Batam kurang aspiratif.
Di saat pendemo berorasi, delegasi buruh masuk ke Kantor Wali Kota. Mereka diterima Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, Rudi Sakyakirti dan jajarannya. Perundingan antara pemerintah dengan utusan buruh itu tak berlangsung lama. Setelahnya, Rudi muncul dan tampil di tengah-tengah massa lalu naik di atas mobil pengunjuk rasa. Di hadapan ratusan pekerja, Rudi berjanji akan menindaklanjuti tuntutan yang disampaikan. Di antaranya masalah outsourcing, revisi Jamsostek, upah layak, menindak pengusaha yang melanggar aturan. ”Kita prioritaskan perusahaan mana yang bermasalah,” katanya.
Usai menyampaikan pernyataannya, Rudi menerima seekor ayam putih dari seorang buruh. Pengunjuk rasa menganggap ayam tersebut sebagai hadiah untuk Wali Kota Batam, Ahmad Dahlan. Setelah berorasi di depan Kantor Wali Kota Batam, ratusan pekerja bergerak ke Kantor DPRD Batam. Di sana, mereka diterima sejumlah anggota DPRD. Dalam pada itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kepri Azman Taufik meminta Pemko Batam cepat membahas UMK karena waktunya sudah mendesak. ”Sudah saya imbau supaya segara membahas. Karena waktu sudah mendesak, seharusnya mereka bisa melakukan pembahasan Oktober ini,” ujar Azman kepada Batam Pos di Batam Centre, Kamis (8/10).
Menurut Azman, dibandingkan dengan daerah lainnya di Kepri, hanya Batam yang selalu bermasalah dalam menetapkan UMK. Di Bintan dan Karimun pembahasan UMK selalu berjalan mulus. Di Batam, katanya, perbedaan antara serikat dengan pengusaha terlalu tajam sulit untuk dicari titik temu. Untuk mencairkan suasana, sebaiknya Disnaker Kota Batam selalu melakukan komunikasi dengan pihak serikat. ”Saya melihat mereka melakukan pertemuan saat membahas UMK saja. Jadi komunikasi yang terbangun tidak baik. Kedua pihak sama-sama tidak mau mengalah,” tutur Azman. Dikatakannya, penetapan UMK di Batam jangan selalu menyerahkan putusan akhir ke provinsi. ”Dengan melihat kondisi saat ini, UMK Batam yang sekarang cukup bagus. Kalau dipaksakan naik, bisa menyebabkan kondisi dunia usaha tak kondusif,” ujarnya. (why/rob)
http://batampos.co.id/metro/Metro/Wako_Dikado_Ayam_Putih.html
Popularity: 11% [?]



Leave a Reply